Tulungagung (Humas) --- Bertempat di gedung Pusat Layanan Haji Umrah Terpadu (PLHUT) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung hari Selasa (24/10) di diselenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) penyusunan Asesmen Kurikulum Merdeka Guru Pendidikan Agama Islam (PAIS) jenjang SD Kabupaten Tulungagung. dalam rangka meningkatkan kompetensi Guru pendidikan Agama Islam. Pembukaaan kegiatan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung dan dihadiri oleh Kasi Pais Akhmad Mukhsin, Pokja pengawas, Kabid Pendidikan Nasional Kab. Tulungagung. Kegiatan Bimtek berlangsung selama 4 hari yang dilaksanakan secara daring dan luring
Dalam sambutannya Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulungagung Moh. Nasim menyampaikan bahwa di Direktorat Jendral pendidikan Islam ada 3 program prioritas yaitu program mandatori, program unggulan, program inovasi yang harus melekat ke Guru pendidikan Agama Islam. “Guru PAI apalagi jenjang sekolah dasar itu semua termasuk kelompok orang yang mulia, istimewa, menjadi orang yang percaya diri dan harus bangga menjadi GPAI” menurutnya.
Sebuah lembaga pendidikan tidak mungkin bisa berprestasi, baik satuan pendidikannya, gurunya maupun siswanya kalau tidak melibatkan andil yang cukup besar dari GPAI. Pendidikan karakter siswa ada dipundak Guru pendidikan Agama Islam. “Tugas GPAI cukup besar dan mulia, ada visi dan misi yang harus diemban disekolah dan oleh karena itu hari ini GPAI melaksanakan Bimbingan Teknis yang merupakan instrumen yang nanti harus menghasilkan produk, hasil yang nyata dalam menyusun soal asesmen yang berbasis kurikulum merdeka”. Tuturnya.
GPAI adalah harapan dan garda terdepan bagi anak-anak kita yang menentukan sukses kedepannya karena sekarang ini banyak anak-anak didik kita yang terkait dengan perkelahian dan obat-obatan terlarang, GPAI harus membentuk anak-anak yang berakhlak, (Ngr/han)